Kota Magelang – Bhabinkamtibmas Kelurahan Tidar Utara Polsek Magelang Selatan Aipda Khoiril Khusnadiputra, S.Sos melaksanakan kegiatan sambang dan binluh kepada warga di Kampung Malangan RW 13, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mempererat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dalam sambang itu, petugas menyampaikan pesan-pesan pembinaan yang berkaitan dengan pengawasan anak pada jam belajar malam. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga disambut baik oleh warga yang merasa terbantu dengan adanya perhatian langsung dari kepolisian. Senin (06/04/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Khoiril Khusnadiputra, S.Sos menyasar warga sebagai mitra utama dalam menjaga lingkungan keluarga dan sekitar. Ia mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak saat malam hari, terutama pada waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk belajar di rumah. Pengawasan dari keluarga dinilai sangat penting agar anak tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik. Langkah sederhana dari rumah diharapkan mampu menjadi benteng awal mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Petugas juga menekankan bahwa peran orang tua sangat besar dalam membentuk kebiasaan disiplin anak di lingkungan keluarga. “Pengawasan anak saat jam belajar malam harus terus diperkuat agar mereka tidak mudah terbawa pergaulan yang salah dan bisa fokus pada kegiatan yang positif,” ujar Aipda Khoiril Khusnadiputra, S.Sos di sela kegiatan. Menurutnya, perhatian dari orang tua bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai potensi kenakalan remaja. Dengan komunikasi yang baik di rumah, anak akan lebih mudah diarahkan menuju perilaku yang bertanggung jawab.
Selain memberikan imbauan secara langsung, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan warga mengenai kondisi lingkungan sekitar. Warga diajak untuk saling peduli dan mengingatkan apabila melihat anak-anak berkumpul hingga larut malam tanpa pengawasan yang jelas. Kepedulian antarwarga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga generasi muda agar tetap berada dalam lingkungan yang sehat. Dengan keterlibatan bersama, potensi gangguan sosial di lingkungan permukiman dapat ditekan sejak dini.
Materi sambang yang disampaikan dalam kegiatan itu berfokus pada pentingnya memperhatikan dan mengawasi anak saat jam belajar malam. Petugas mengingatkan bahwa waktu malam hari harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan belajar, istirahat, dan berkumpul bersama keluarga. Jika pengawasan lemah, anak dikhawatirkan lebih mudah tertarik pada ajakan teman yang mengarah pada kenakalan remaja. Karena itu, orang tua diminta untuk aktif mengontrol keberadaan dan aktivitas anak pada waktu-waktu rawan tersebut.
Dari hasil kegiatan, warga memahami bahwa pengawasan keluarga dapat mencegah anak terpengaruh lingkungan maupun teman sebaya yang mengajak pada perilaku negatif. Situasi ini menjadi perhatian penting karena pergaulan yang salah kerap menjadi pintu masuk munculnya kenakalan remaja. Petugas menjelaskan bahwa pembinaan sejak dini harus dimulai dari rumah dengan pola asuh yang tepat. Dengan demikian, anak akan lebih siap menghadapi pengaruh luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai positif.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk mengantisipasi bentuk pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. Pergaulan yang tidak sehat berpotensi memicu persoalan sosial, konflik, hingga pelanggaran hukum apabila tidak dicegah sejak awal. Melalui sambang tersebut, Bhabinkamtibmas berharap masyarakat semakin peka terhadap perubahan perilaku anak dan remaja di lingkungannya. Pencegahan yang dilakukan bersama akan jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah masalah terjadi.
Kegiatan sambang seperti ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat di tingkat kelurahan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga bukan hanya untuk menyampaikan pesan kamtibmas, tetapi juga mendengar langsung kondisi yang berkembang di lapangan. Interaksi yang terjalin secara rutin akan memudahkan penyampaian informasi dan mempercepat respons terhadap persoalan sosial yang muncul. Pola komunikasi yang terbuka menjadi modal penting dalam menjaga keamanan lingkungan secara berkelanjutan.
Warga Kampung Malangan RW 13 menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kehadiran petugas memberi rasa aman sekaligus motivasi untuk lebih peduli terhadap anak-anak mereka. Pesan yang disampaikan dinilai relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan pergaulan remaja yang semakin kompleks. Kegiatan sambang juga menumbuhkan kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat. Peran keluarga dan masyarakat tetap menjadi pondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tidar Utara menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah binaannya. Pendekatan humanis melalui sambang dinilai efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat dan memperkuat kemitraan dalam menjaga ketertiban lingkungan. Dengan hadir secara langsung, petugas dapat memastikan pesan-pesan pembinaan diterima dengan baik dan dipahami oleh warga. Upaya preventif seperti ini menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Magelang.
Melalui sambang di Kampung Malangan RW 13, kepolisian berharap kesadaran warga terhadap pengawasan anak pada jam belajar malam semakin meningkat. Keterlibatan aktif orang tua, dukungan lingkungan, dan komunikasi yang baik dengan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu mencegah anak dari pengaruh negatif serta pergaulan yang merugikan. Langkah sederhana yang dilakukan dari rumah dan lingkungan sekitar menjadi pondasi penting dalam menjaga masa depan generasi muda. Situasi yang aman, tertib, dan penuh kepedulian akan semakin memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah Tidar Utara.