Bhabinkamtibmas Kelurahan Magersari Sambangi Remaja Tidar Baru, Ajak Bijak Bermedsos dan Jaga Pergaulan Positif

Kota Magelang – Bhabinkamtibmas Kelurahan Magersari Polres Magelang Kota Bripka Joko Setyawan melaksanakan kegiatan sambang dan pembinaan penyuluhan kepada anak-anak remaja di Kampung Tidar Baru RW 8, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun kedekatan dengan generasi muda di wilayah binaan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para remaja juga bertujuan untuk memberikan edukasi langsung terkait pentingnya menjaga perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan humanis, pesan-pesan kamtibmas disampaikan secara dialogis agar mudah dipahami dan diterapkan. Sabtu (28/03/2026).

Sasaran utama dalam kegiatan sambang kali ini adalah anak-anak remaja yang berada di lingkungan Kampung Tidar Baru RW 8. Bripka Joko Setyawan memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin komunikasi yang akrab sekaligus memberikan pembinaan yang relevan dengan keseharian para remaja. Dalam interaksi tersebut, para remaja diajak berdiskusi mengenai perilaku di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Suasana yang santai dan terbuka membuat penyampaian materi binluh berjalan lebih efektif serta diterima dengan baik.

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah ajakan kepada para remaja untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. “Remaja harus mampu menggunakan media sosial dengan baik, tidak mudah terpancing emosi, tidak saling mengejek antar teman, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal, karena hal kecil bisa memicu persoalan yang lebih besar,” ujar Bripka Joko Setyawan. Pesan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan pergaulan remaja yang kini sangat dekat dengan dunia digital. Menurutnya, sikap saling menghormati dan menjaga etika dalam berkomunikasi menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.

Dalam penyuluhan tersebut, Bhabinkamtibmas menekankan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang bermanfaat apabila digunakan secara positif dan bertanggung jawab. Sebaliknya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu kesalahpahaman, perundungan verbal, hingga konflik antarteman. Oleh karena itu, para remaja diminta untuk menghindari komentar yang bersifat menghina, mengejek, atau memancing perselisihan. Imbauan tersebut disampaikan agar para remaja mampu membangun budaya komunikasi yang sehat, baik secara langsung maupun di ruang digital.

Selain soal media sosial, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan pertemanan yang baik di lingkungan sekolah. Perilaku saling mengejek yang sering dianggap candaan dapat berkembang menjadi persoalan yang berdampak pada psikologis dan hubungan sosial antarremaja. Karena itu, Bripka Joko Setyawan mengajak para remaja untuk saling menghargai, menjaga tutur kata, dan menumbuhkan rasa empati terhadap teman sebaya. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para remaja dalam menjalani interaksi sosial yang lebih sehat dan positif.

Kegiatan sambang seperti ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam melakukan pembinaan sejak dini kepada generasi muda. Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir saat terjadi persoalan, tetapi juga aktif memberikan edukasi agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah dari awal. Pendekatan langsung kepada remaja dinilai penting karena kelompok usia ini berada dalam fase yang sangat aktif berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Dengan komunikasi yang tepat, pesan kamtibmas dapat lebih mudah diterima dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Bripka Joko Setyawan juga mengajak para remaja untuk menjadikan lingkungan tempat tinggal sebagai ruang yang aman, nyaman, dan saling mendukung. Lingkungan yang positif akan membantu membentuk karakter yang baik serta mendorong tumbuhnya sikap tanggung jawab sosial. Para remaja diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh candaan berlebihan, komentar negatif, maupun unggahan yang dapat memicu perselisihan. Sikap dewasa dalam bergaul menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.

Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pesan dan imbauan kamtibmas dapat tersampaikan dengan baik kepada para remaja yang hadir. Mereka memahami pentingnya bersikap bijak dalam bermedia sosial serta menjaga hubungan baik dengan teman-teman di sekolah maupun di lingkungan rumah. Respons positif dari para remaja menjadi indikator bahwa kegiatan sambang dan binluh seperti ini memiliki dampak yang nyata. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga memberi ruang bagi remaja untuk lebih dekat dengan Polri sebagai mitra dalam menjaga keamanan bersama.

Secara terpisah, Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi, S.E., S.I.K., M.M., M.I.K. menegaskan bahwa pembinaan kepada remaja merupakan langkah strategis dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Menurutnya, edukasi tentang etika bermedia sosial dan pergaulan sehat perlu terus dilakukan agar generasi muda memiliki kesadaran hukum dan sosial sejak dini. Ia menilai peran Bhabinkamtibmas sangat penting sebagai ujung tombak kepolisian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat kelurahan. Kegiatan sambang yang konsisten dilakukan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan sosial di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan sambang di Kampung Tidar Baru RW 8, Polres Magelang Kota berharap para remaja semakin memahami pentingnya menggunakan media sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab. Sikap tidak saling mengejek serta menjaga etika dalam pergaulan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal menjadi pesan utama yang terus ditanamkan. Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut, diharapkan lingkungan remaja dapat tetap harmonis, aman, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah generasi muda menjadi wujud nyata langkah preventif Polri dalam menjaga keamanan sekaligus membangun karakter sosial yang positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan komentar