Kota Magelang – Satgas Preemtif Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Magelang Kota melaksanakan kegiatan himbauan dan sosialisasi kepada warga di wilayah Kota Magelang dengan membagikan leaflet berisi informasi seputar mudik aman, keselamatan masyarakat, serta ajakan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah titik keramaian masyarakat sebagai bentuk upaya preventif agar warga semakin memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan keselamatan selama momentum Lebaran. Dalam kegiatan itu, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan petasan, tidak menerbangkan balon udara, serta turut berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Minggu (15/03/2026).
Personel Satgas Preemtif turun langsung menyapa warga dengan pendekatan humanis dan komunikatif agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Leaflet yang dibagikan memuat berbagai informasi penting terkait tips mudik aman, kewaspadaan saat meninggalkan rumah, keselamatan berlalu lintas, serta langkah sederhana menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman. Kehadiran petugas di tengah masyarakat mendapat perhatian positif karena warga dapat memperoleh informasi secara langsung sekaligus berdialog dengan anggota kepolisian. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat di masa Operasi Ketupat Candi 2026.
Kasatgas Preemtif Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Magelang Kota, AKP Zuhdi Fahrudin, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan himbauan dan sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Idul Fitri. “Melalui kegiatan preemtif ini, kami mengajak seluruh masyarakat Kota Magelang untuk ikut menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif, tidak menyalakan petasan, tidak menerbangkan balon udara, serta mengawasi putra-putrinya agar tidak terlibat dalam perang sarung maupun kenakalan remaja,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap terjaga dan seluruh rangkaian kegiatan ibadah serta perayaan Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif akan terus dikedepankan selama Operasi Ketupat Candi 2026.
Dalam sosialisasi tersebut, warga diingatkan agar tidak menyalakan petasan karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, terlebih di kawasan permukiman padat penduduk. Selain berisiko menimbulkan kebakaran dan gangguan keamanan, penggunaan petasan juga berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat. Petugas mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga suasana Ramadan dan Idul Fitri tetap aman, nyaman, dan kondusif dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Pesan tersebut disampaikan agar masyarakat dapat merayakan momentum Lebaran dengan lebih tertib dan penuh rasa aman.
Selain larangan menyalakan petasan, Satgas Preemtif juga memberikan penekanan khusus terkait bahaya menerbangkan balon udara secara liar. Petugas menjelaskan bahwa balon udara yang diterbangkan tanpa pengamanan dapat mengganggu keselamatan penerbangan dan berpotensi menimbulkan kebakaran apabila dilengkapi sumber api. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas tersebut demi menjaga keselamatan bersama serta menghindari konsekuensi hukum yang dapat timbul. Sosialisasi ini penting mengingat tradisi balon udara masih kerap muncul menjelang dan sesudah perayaan Idul Fitri di sejumlah daerah.
AKP Zuhdi Fahrudin, S.H., M.M. menambahkan bahwa peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak selama bulan Ramadan dan libur Lebaran. Ia mengimbau agar para orang tua mengarahkan putra-putrinya untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat, sehingga tidak terjerumus pada perilaku yang dapat mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, perang sarung, nongkrong hingga larut malam, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya harus dicegah sejak dini melalui pengawasan dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga. Dengan keterlibatan orang tua dan masyarakat, potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan kalangan remaja dapat diminimalisir.
Tidak hanya menyasar orang dewasa, kegiatan himbauan juga menitikberatkan pada peran orang tua dalam mengawasi putra-putrinya selama bulan Ramadan dan libur Lebaran. Masyarakat diajak untuk memastikan anak-anak dan remaja mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, positif, dan produktif. Orang tua diminta untuk lebih aktif mengarahkan anak agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif seperti perang sarung, nongkrong hingga larut malam, maupun perilaku kenakalan remaja lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pendekatan keluarga dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan kalangan remaja.
Satgas Preemtif juga menegaskan bahwa perang sarung yang kerap dianggap sebagai permainan biasa dapat berkembang menjadi tindakan yang membahayakan apabila dilakukan secara berlebihan. Dalam beberapa situasi, perang sarung dapat memicu perkelahian antar kelompok remaja dan berujung pada gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, para orang tua, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar diminta ikut berperan dalam memberikan pengawasan serta menanamkan pemahaman kepada anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Edukasi ini menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk menjaga situasi tetap kondusif selama Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung.
Leaflet yang dibagikan oleh personel juga memuat pesan-pesan sederhana namun penting yang mudah dipahami oleh masyarakat. Isi leaflet antara lain mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi rumah sebelum mudik, memastikan kompor dan aliran listrik aman, mengunci pintu dan jendela, serta memberi tahu tetangga atau ketua lingkungan saat bepergian. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tetap mematuhi aturan lalu lintas saat bepergian dan memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik. Dengan penyampaian yang ringkas dan langsung, informasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat.
Kegiatan pembagian leaflet dan sosialisasi ini dilakukan di titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti kawasan pertokoan, jalan protokol, dan lingkungan permukiman. Personel menyampaikan himbauan secara langsung agar pesan yang dibawa tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi langsung antara petugas dan warga juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan maupun kondisi lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian. Hal ini menjadikan kegiatan preemtif tidak sekadar membagikan informasi, tetapi juga membangun komunikasi dua arah yang efektif.
Melalui kegiatan ini, Polres Magelang Kota mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Operasi Ketupat Candi 2026 dengan menjaga keamanan lingkungan, menaati aturan, dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban. Kesadaran untuk tidak menyalakan petasan, tidak menerbangkan balon udara, serta mengarahkan anak-anak pada kegiatan positif menjadi langkah nyata dalam menciptakan suasana Ramadan dan Idul Fitri yang aman dan nyaman. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Kota Magelang diharapkan tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian kegiatan ibadah, mudik, dan silaturahmi dapat berjalan lancar. Polres Magelang Kota terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap momentum Lebaran berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.