Kota Magelang – Suasana pagi di halaman SMK Muhammadiyah Kota Magelang tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa berdiri rapi mengikuti upacara bendera yang kali ini terasa lebih istimewa karena dihadiri langsung oleh Kapolsek Magelang Selatan, Kompol Dimas Pandoyo, S.Pd., M.M., yang bertindak sebagai pembina upacara, Senin (19/01/2026).
Upacara bendera tersebut sekaligus menjadi momen pelepasan siswa-siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) kelas XI. Kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna, diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, serta dewan guru dan staf sekolah.
Sejak awal upacara, suasana disiplin dan kekhidmatan terasa menyelimuti halaman sekolah. Barisan siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, mencerminkan kesiapan mereka menerima pesan-pesan penting yang disampaikan dalam amanat upacara.
Kapolsek Magelang Selatan hadir tidak sendiri. Ia didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Magersari, Bripka Joko Setyawan, serta disambut oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kota Magelang Wasi’un, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Kepala Sekolah Kholil Baedowi, S.Pd., bersama para guru dan staf.
Dalam amanatnya, Kompol Dimas Pandoyo menyapa para siswa dengan penuh kehangatan. Ia mengajak para pelajar untuk menjadikan ketertiban berlalu lintas sebagai bagian dari kedisiplinan dan tanggung jawab sehari-hari, bukan sekadar kewajiban karena aturan.
Ia mengingatkan bahwa banyak kecelakaan lalu lintas terjadi bukan karena jalan yang rusak, melainkan akibat kelalaian penggunanya. Dengan bahasa yang mudah dipahami, Kapolsek menekankan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm saat berkendara, tidak kebut-kebutan, serta tidak mengendarai kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya kepada para siswa. Disiplin berlalu lintas, menurutnya, bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan orang lain dan masa depan para pelajar itu sendiri.
Selain lalu lintas, Kompol Dimas juga menyentuh isu serius yang dekat dengan kehidupan remaja, yakni bahaya narkoba. Ia menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan prestasi, dan menghilangkan masa depan generasi muda jika tidak dihindari sejak dini.
Dengan nada tegas namun penuh kepedulian, Kapolsek mengajak para siswa untuk berani mengatakan tidak pada ajakan yang menyesatkan. Ia menekankan bahwa menjaga diri dari narkoba adalah bentuk cinta terhadap masa depan dan kebanggaan bagi orang tua serta sekolah.
Pesan moral lainnya yang disampaikan adalah pentingnya sikap anti bullying. Kompol Dimas mengingatkan bahwa perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, dapat melukai perasaan dan mental seseorang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh siswa untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman.
Tak kalah penting, Kapolsek Magelang Selatan menegaskan bahwa tawuran bukanlah jalan keluar dari persoalan apa pun. Tawuran hanya akan menyisakan luka, penyesalan, serta masa depan yang terancam. Pelajar sejati, menurutnya, adalah mereka yang mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan penuh tanggung jawab.
Menjelang akhir amanat, Kompol Dimas memberikan pesan khusus kepada siswa kelas XI yang akan menjalani PKL. Ia berpesan agar para siswa menjaga sikap, nama baik sekolah, serta menunjukkan etos kerja dan perilaku yang baik selama berada di tempat praktik.
Mengakhiri amanatnya, Kapolsek Magelang Selatan mengajak para siswa untuk menyalurkan energi dan emosi ke kegiatan-kegiatan positif seperti belajar, olahraga, seni, dan organisasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua, guru, dan sesama teman sebagai cerminan karakter pribadi yang mulia.
Kegiatan upacara bendera sekaligus pelepasan siswa PKL tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Kapolsek Magelang Selatan di tengah-tengah pelajar diharapkan dapat memberikan motivasi serta menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sejak dini.